Showing posts with label cukil habis. Show all posts
Showing posts with label cukil habis. Show all posts

Monday, March 9, 2015

Cukil Habis


Cukil Habis adalah sebuah istilah lain dari teknik reduksi pada seni grafis cetak tinggi. Dimana plat mdf atau hardboard atau lino atau apa saja akan dicukil-dicetak terus menerus sampai sebuah karya selesai untuk membuat karya cetak berwarna. Jadi tidak diperlukan beberapa plat untuk mencetak karya berwarna, seperti yang lazim dilakukan pada teknik cetak tinggi ala Ukiyo-e. Dengan teknik cukil habis karya yang tercetak cuma terbatas, karena setelah karya selesai selesai pula riwayat plat atau master cetak tadi. Cukup eksklusif memang, tapi tak apa!

Yang diperlukan cuma keahlian mencetak agar warna berikutnya tidak meleset atau malah memperburuk hasil cetakan pertama. Saya kira kuncinya sederhana, jangan dalam kondisi kelaparan ketika mencetak, karena ketika perut lapar tangan kita gemetaran jadi resiko melenceng besar sekali. Kalau karya berbentuk segi empat atau yang mempunyai sudut-sudut, cukup menempatkan 2 sudut secara persis di atasnya, seandainya dua sudut saja tepat sasaran, sudut-sudut yang lain pun akan ikut pas juga. Tapi kadangkala kondisi meleset pun bisa menjadi artistik makanya sekarang banyak juga yang mencetak karya lebih dari satu warna dengan sedikit meleset pada warna berikutnya.

Juga yang perlu diperhatikan adalah mampu memperkirakan warna apa pada hasil cetakan pertama yang akan tetap nampak ketika warna berikutnya dicetak. Kalau saya lebih senang mengawali warna dengan warna terang menuju gelap, seperti yang biasa dilakukan pada lukis cat air. Pertimbangannya jenis tinta cetak umumnya transparan, jadi warna akan tetap cemerlang jika menggunakan metode pewarnaan di atas.

Karya di atas adalah sebuah souvenir lokakarya yang kami lakukan ketika magang di Japan Foundation Jakarta dalam rangka magang nusantara yayasan Kelola pada tahun 2009 silam.
beruntunglah yang telah menyimpan kartu pos souvenir cukil habis yang dulu dibagikan selama pameran, karena souvenir itu cukup eksklusif, dikerjakan dengan teknik cukil habis pakai tenaga kaki pula sebagai mesin cetak.

haha

Friday, June 21, 2013

Hochwasser

Musim panas di jerman tahun ini diwarnai beberapa rekor baru, beberapa sungai besar seperti Elbe, Donau dan Saale meluap kerana hujan yang berkepanjangan. Tak tanggung-tanggung luapan air bah tersebut berkisar 8-12 meter!! sampai saat ini ketika suhu sudah sungguh memanggang tubuh masih saja ada daerah yang terisolir karena sekelilingnya masih terkepung sisa-sisa banjir bandang.
Kerugiannya ditaksir sampai milyaran plus ribuan orang yang harus mengungsi dari tempat tidurnya.
Bencana yang paling parah sejak puluhan tahun silam, bahkan ada yang menyebut bencana alam terbesar abad ini.

Rupanya alam punya hukum sendiri kapan dan di mana mau berbagi bencana. Semoga semuanya kembali seperti sediakala, belajar dari peristiwa tersebut untuk bersiap kejadian di masa datang. Manusia optimis tak akan menyerah begitu saja... salam metal
sm

Saturday, March 9, 2013

Frühling kommt gleich!

Der Frühling ist bald wieder da.
Yihaaa... ciaat-ciaat!!
coro jowone kembang-kembang mekrok neng ngendi-ngendi papan!

Thursday, March 3, 2011

Swarm - Illustration Friday

Swarm of Bombs - or - Rain
Reduction Woodcut

Saturday, October 2, 2010

Looking For Tan Malaka


Looking For Tan Malaka
Originally uploaded by Sri Maryanto
Karya ini aku kerjakan ketika orang masih bertanya di manakah jasad pahlawan nasional Tan Malaka berada. Pertanyaan itu sekarang terjawab sudah, berkat seorang sejarahwan dari Belanda Harry A Poeze yang tak pernah lelah selama lebih dari 20 tahun menelusuri jejak langkah sang pahlawan, hingga sampailah pada titik terang ketika ada seorang kakek di dusun selo panggung, Kediri, lokasi terakhir di mana Tan menghilang, ia masih mengingat ketika jaman revolusi ada seorang tawanan tentara yang membawa buku-buku banyak sekali...sampai kemudian tawanan itu tidak kelihatan lagi sedangkan buku-bukunya dibakar oleh tentara....yang sangat membekas dalam ingatan kakek tua yang ketika itu masih anak-anak adalah bahwa saking banyaknya buku yang dibakar, nyala apinya bahkan sampai seminggu baru padam!!!...cerita selanjutnya baca buku Tan Malaka dan gerakan kiri, dan Revolusi Indonesia-nya hasil penelitian meneer Poeze.
Karya di atas (merupakan salah satu dari serangkaian proyek yang sedang aku kerjakan, tentang tokoh/pahlawan Indonesia yang sengaja dilupakan)... aku kerjakan dengan teknik Cukil Habis, sebuah teknik dalam seni grafis cetak tinggi memakai mdf/hardboard sebagai plat masternya, dengan cara mencukil terus menerus sesuai warna yang dikehendaki dengan hanya satu plat master, jadi ketika karya telah selesai master akan rusak atau habis, dan tentu tidak bisa dipakai untuk mencetak karya yang sama lagi, dengan kata lain edisi karya tercetak terbatas dengan sendirinya. Dengan begitu teknik Cukil Habis ini sebenarnya sedikit mengingkari prinsip seni grafis pada umumnya, yang sebaiknya bisa digandakan lagi.
Bicara seni grafis, teknik mencetak selalu dicantumkan sebagai penjelasan bagaimana karya itu dikerjakan, dan biasanya selalu berhubungan dengan material yang utama. Misalnya linocut menggunakan karet lino, Lithographie dengan batu berpori halus Litho ..dsb.
Dalam bahasa indonesia terdapat istilah seni grafis yang sangatlah populer ialah cukil kayu yang berasal dari terjemahan langsung bahasa inggris woodcut. Agak mengherankan juga dengan istilah cukil kayu yang dipakai ini lantaran bahan yang dipakai printmakers di tanah air sebagai master bukanlah kayu sebagaimana dalam karya woodcut yang sebenarnya, melainkan Mdf/hardboard yang kemudian seharusnya secara otomatis menjadi cukil Mdf/hardboard..??!.
Walaupun karakter yang dihasilkan dari kedua bahan itu kurang lebih mirip juga...hehe
A...aah selanjutnya terserah anda sendirilah..
sm